Kim Tan Palito

I am a Writer

Kim Tan Palito

Hello guys, selamat datang di blog saya. Disini ada banyak cerita menarik yang terangkam dalam perjalan hidup saya, semoga bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung.

  • Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia.
  • 082285488416
  • redaksimaota@gmail.com
  • www.maota.my.id
Me

Hobi dan Profesi

Saya memiliki banyak hobi dan memiliki profesi yang ditekuni secara profesional.

Menulis 90%
Video dan Foto 70%
Editor Video 95%
Blog 70%

LIPUTAN

Melalui blog ini, saya juga membuka kerjasama untuk liputan shofnews, advertorial untuk ditayangkan di televisi dan media daring lainnya.

BLOGGER

Ayo join bersama kami, meraih mimpi anda menjadi penulis di media blog. Kami juga memiliki komunitas blogger dan bisa menjadi wadah belajar.

Jasa Web

Jangan ragu, kami melayani anda dengan profesional dalam membuat web perusahaan serta pribadi anda

Traveling

Silahkan hubungi kami, menjadi teman perjalanan menikmati liburan di Sumatera Barat, Indonesia.

KONSULTASI

PEMATERI

Silahkan hubungi kami, berbagi pengamalan seputar jurnalis.

0
completed project
0
design award
0
facebook like
0
current projects
  • Jelajah Alam Melihat Sekeping Surga Sarasah Pagadih


    Membakar malas!

    Itu awal kata pembuka narasi dalam perjalanan pertama aku ke Sarasah Pagadih Gadang, Kenagarian Pagadih, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam. 


    Menerobos hutan belantara tanpa rasa takut dan tidak pedulikan beratnya kaki melangkah, satu persatu lereng perbukitan aku lalui, hingga sampai di sekeping surga di daerah lintasan sejarah PDRI ini. 



    Aku berangkat ke lokasi barengan teman-teman wartawan di Kota Bukittinggi, ada Uda Donal Chaniago dari tvOne, Debi dari covesia.com dan Uni Dina dari Padangtv. 


    Di Nagari Pagadih, kami  disambut hangat oleh wali nagari Pagadih dan anggota Pokdarwis setempat. Aku ingat beberapa nama saja, ada Edo Iswara, Rizky, Isan, Nurul dan Naldi. Mereka generasi tangguh dan kreatif yang dimiliki oleh daerah setempat. 




    Meskipun baru kenal, tapi aku sangat apresiasi warga setempat yang  ramah melayani wisatawan seperti kami. 


    Sebenarnya ada kisah menyedihkan dan membahagiakan selama perjalanan, mulai dari rekan perjalanan yang bermasalah dengan trek yang akan dilalui. Sementara kabar bahagianya, gurauan selama di ke lokasi, membuat kami kompak dan semangat menuju Sarasah Pagadih Gadang. 



    Nah, selama perjalanan kita memang dibutuhkan pisik yang fiks dan semangat yang tangguh, hingga sampai ke lokasi  dengan tepat waktu. 


    Kami menargetkan, bisa sampai ke lokasi kurang lebih 1,5 jam perjalanan dan Alhamdulillah, membuahkan hasil. Kendati salah satu teman saya tidak bisa sampai dan harus kembali ke bawah dan beristirahat di rumah warga setempat. 



    Aku termasuk orang yang gak sabaran, beberapa meter berjalan selalu menanyakan ke juru kunci perjalanan, apakah masih jauh atau dekat? Ia hanya menjawab setiap bertanya, masih dekat kok! Sehingga aku terus penasaran agar cepat sampai dan melihat sekeping surga di Pagadih itu. 


    Jalan setapak dan berlumpur memaksakan aku melawan malas, sehingga aku bisa dan selamat ke lokasi. 


    Oh, sungguh luar biasa. Jika aku bayangkan perjuangan adventure kali ini. Bahkan setiap aku berhenti, ingin mengabadikan semua cerita perjalanan. 


    Lanjut  melangkah, hingga aku terdengar suara gemuruh air terjun. Oh Tuhan, aku memang sudah sampai, air terjun atau sarasah dengan ketinggian 30 lebih dan bertingkat itu, menyambut kami dengan ramah. 



    Percikan air terjun membasahi muka ku yang dipenuhi keringat dan  telah merah padam berubah menjadi pucat kedinginan. Air sarasah itu memang dingin, bahkan aku tak berani nyemplung. Padahal ingin sekali, mengulang masa kecil. Terjun bergaya salto dan sebagainya, he he.



    Aku langsung mengambil kamera, naik ke atas batu dan mengabdikan kisah manis ini dan meyakinkan pada dunia, aku juga seorang bapak satu anak masih ber manja dengan air terjun dan masih bersemangat menaklukan hutan belantara demi air terjun. 



    Usai mengabadikan momen berharga itu, kami harus bergegas pulang. Karena waktu sudah menunjukan pukul 16.00 WIB. Tak terasa saja, pulang lebih cepat dari pada pergi, kami sampai di perkampungan warga pukul 17.30 WIB. 


    Wow, aku hanya senyum-senyum sendiri, aku belum puas. Aku ingin ke sana lagi, ini asik dan menarik. Aku ingin mengajak pembaca, bersahabat dengan alam itu hal menyenangkan. Mari kita jaga alam ini dengan baik. 


  • Melirik Lagi Pesona Air Terjun Sungai Guntung


    Sarasah Sungai Guntung di Kenagarian Pasia Laweh, Kecamatan Palupua, Kabupaten Agam Sumatera Barat, salahsatu destinasi menarik liburan bersama keluarga. 


    Suasana alam yang diapit perbukitan, menjadi daya tarik tersendiri untuk menghilangkan penat dari kebisingan kota. 


    Sarasah Sungai Guntung berjarak 40 Km dari pusat Kota Bukittinggi. Kendati sedikit jauh, namun pemandangan perkampungan yang indah akan menghilangkan rasa penat anda selama di perjalanan. 


    Sarasa Sungai Guntung ini memiliki 3 tingkat dan mengalir air yang bersih dan sengat segar untuk melepas kerinduan mandi di alam terbuka bersama keluarga. 



    Nah, ini hari kedua saya ke Sarasa Sungai Guntung, namun di kedai yang berjarak 300 meter menikmati mie rebus sambil melihat keindahan sarasah dari kejauhan.



  • Malamang Tradisi Unik di Ranah Minang


    Pagi nan cerah, aku diajak teman melihat proses pembuatan lamang di Jorong Situmbuak, Nagari Koto Tangah, Tilatang Kamang, Kabupaten Agam. 



    Di sana, saya memang menikmati betul, proses pembuatan lamang, mulai dari proses peracikan bumbu hingga proses pembakaran. 

    Tradisi Malamang, biasanya dilaksanakan pada hari- hari besar seperti, masuk bulan suci Ramadhan dan lebaran. Selain itu, Malamang juga dilaksanakan sebelum resepsi pernikahan dan kegiatan lainnya.



    Membuat Lamang, terdapat sejumlah bahan yang harus dipersiapkan seperti, bambu, santan kelapa, daun pisang, beras ketan "Sipuluik" dan garam. 

    Setelah meracik bumbu, bahan Lamang seperti santan dan beras ketan dimasukin kedalam bambu yang sudah dipotong sepanjang setengah meter. 

    Bambu yang sudah diisi beras ketan dan santan dilanjutkan proses selanjutnya untuk dibakar.


    Proses pembakaran menggunakan dengan cara unik, dimana Lamang diposisikan berdiri, sementara api nya tidak boleh besar, sehingga Lamang bisa masak merata pada bagian dalamnya. 


    Setelah proses pembakaran lamang selesai dengan durasi kurang lebih lima jam, maka Lamang baru matang dan bisa dinikmati secara bersama. 




  • Ngalau Agam Tabik Simarasok Nan Mempesona

    Ngalau Agam Tabik di Kenagarian Simarasok, Kacamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat salah satu sekeping surga tersembunyi yang menarik dikunjungi. 

    Objek wisata ini, sangat mudah diakses, karena lokasinya hanya berjarak sekitar 4 Km dari jalan utama Bukittinggi Pekanbaru. 

    Sampai dilokasi pengunjung akan melihat aktivitas masyarakat setempat menambang pasir menggunakan perahu kayu. 

    Pasir yang ditambang dari dalam goa Simarasok akan dijual kepada agen.  

    Nah, menggunakan perahu ini dapat memudahkan anda pergi kesebrang sungai. 

    Nyanyian kelalawar serta burung layang-layang akan menyambut Anda di gerbang Ngalai Simarasok. 

    Baiknya, anda menggunakan sepatu karet, karena terdapat batu tajam dan berbahaya bagi kaki. 

    melihat suasana didalam Ngalau Simarasok, anda disarankan membawa senter hingga dapat melihat secara utuh kesempurnaan Ngalau Simarasok.



























  • Ngalau Tarang Butuh Sentuhanmu

    Sebenarnya jika aku akan menikmati liburan akhir pekan, biasanya merilist sejumlah lokasi yang akan dikunjungi pada hari yang sama. Nah, Ngalau Tarang di Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat sasaran kedua aku untuk menikmati liburan sambil kerja. 


    Ngalau Tarang, salah satu kekuasaan Tuhan yang maha kuaa menakjubkan di Kamang Magek ini. Apa itu Ngalau? Ngalau kalau dibahasa Indonesia kan sama halnya dengan Goa. Biasanya Ngalau ini banyak ditemukan dikawasan perbukitan yang berbatu. 


    Ada juga Ngalau ini dari tanah, tapi kurang bagus dan tidak seindah Ngalau dari bahan batu. Nah, Ngalau Tarang ini salah satu yang menarik buat aku. Tidak hanya lokasi yang mudah diakses, Ngalau Tarang ini sangat unik dan menarik. Karena pada bagian bawah Ngalau ini terdapat aliran sungai kecil dan sangat keren menjadi beground swafoto atau fotoselfi. 


    Untuk anda pengunjung menggunakan sepeda motor, maka bisa langsung ke lokasi. Sementara roda empat, yang terpaksa bersabar jalan kaki kurang lebih 500 meter. 


    Ngalau Tarang ini, salah satu destinasi yang wajib dikujungi jika berlibur ke Kamang Magek, Kabupaten Agam. Selain indah dan unik,  berkunjung ke pNgalau Tarang ini juga tidak dipungut biaya, sepanjang anda sopan dan menjaga keasrian Ngalau. Seperti tidak melakukan pencoretan di sepanjang diding Ngalau, karena hal tersebut merusak keindahan Ngalau itu sendiri. 

    Meskpun saat ini Ngalau kurang mendapat sentuhan tangan kreatif, kendala ini harus menjadi prioritas pemerintah setempat untuk mengembangkan wisata alam ini.


  • Teh Talua Tapai dan Keakraban Alam Kamang Magek Agam

    Libur akhir pekan 5 Oktober 2020, aku menikmati keindahan alam Kamang Magek Kabupaten Agam, Sumatera Barat dan menyantap kuliner paling nikmat disana. Ternyata disana saya disambutkan dengan kuliner "Teh Talua Tapai" dan katupek gulai kacang buncis. Alamak..nikmatnya begitu dashyat karena sambil menyantap kuliner, aku disuguhkan dengan keindahan persawahan yang sudah masuk musim panen.


    Liburan kali ini, aku dikawani oleh Bang Rizal dari media klikpositif.com dan Kak Dina dari Padangtv. Leburan sederhana yang sangat menyenangkan, karena selain bikin perut kenyang stok beritapun terpenuhi. 

    Selain itu harga Teh Talua Tapai disini sangat murah dan terjangakau, yakni satu porsinya Rp. 8.000, sementara Katupek Gulai Buncis dijual dengan harga Rp. 6.000. Sangat terjangkau dan harga  bersahabat.


    Pengunjung kedai sederhana ini juga bisa memilih jenis tempat duduk, seperti berjambah ataupun duduk dibangku santai. Lahan parkirpun cukup luas dan ditambah lagi di depan kedai ini terdapart kolam ikan. 

    Pastinya menurut aku, membuatnya anda nyaman saat menyantap kuliner disini.



    Usai menikmati kuliner, kamipun mampir dilokasi yang memiliki spot photo yang menarik yang tidak jauh dari lokasi pertama. Hamparan sawah yang luas ditambah lagi dengan adanya kerbau yang sedang asik bercanda gurau dengan bangau putih. Ah pikiran aku memang terobati kerinduan dengan masa lampau. 


    Di lokasi aku berdiri ini, kita bisa melihat perbukit Bukit Barisan yang melintang panjang pulau Sumatera. Sangat sederhana, namun Kamang Magek, Kabupaten Agam ini mamang tujuan wisata bikin peraaan tenang dan adem. 


    Nah selengkapnya jug ada channel youtbe uda khan. Klik Disini




  • Museum Angkatan 66 Sumatera Barat

     










  • Mau Menjadi Pahlawan? Begini Caranya

    Diera saat ini, bagaimana caranya menjadi pahlawan ya? Mungkin anda pernah bertanya dalam diri sendiri tentang hal itu. 


    Nah, redaksi maota akan berbagi pengalaman dari materi-materi seminar yang telah diikuti pada acara "Webinar KIM se Sumatera Barat" yang digelar oleh Kominfo.



    Bicara soal Covid-19, anda pastinya semuanya sudah pada tau kan? Yap, Covid-19 adalah virus yang mematikan dan sangat mudah menyebar diudara. Sampai saat ini belum ada vaksin yang mampu menghentikan virus ini. Bahkan tim medis yang menjadi garda terdepan sudah banyak gugur karena Covid-19. 

    Nah ini lah kesempatan yang pas untuk anda menjadi pahlawan yang sangat dibutuhkan bangsa ini. Bagaimana caranya?

    And cukup keluar rumah ketika yang penting saja. Kemudian gunakan masker, social distancing, mencuci tangan dan mengkonsumsi makanan yang sehat. Hah itu aja? 

    Yap, menjadi pahlawan saat ini, anda cukup menerapkan protokol kesehatan, sehingga akan mudah untuk memutus mata rantai Covid-19 dan anda secara otomatis bisa menjadi pahlawan bangsa ini. Anda bisa menjadi pahlawan dalam lingkup keluarga dan lingkungan sekitar. 

    Berikut data kasus Covid-19 di Indonesia yang telah dirangkum oleh Tim Gugus Tugas Covid-19.


    Nah, mulai dari sekarang ayo patuhi protokol kesehatan Covid-19 dan  mari menjadi pahlawan untuk bangsa ini. Sampaikan pesan edukasi kepada orang yang anda sayangi, agar selalu pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan budayakan hidup bersih. 



  • PERHATIAN!

    Dilarang copy paste tampa se izin semua yang berkaitan dengan isi atau konten dalam web ini. Jika ada yang perlu dipertanyakan silakan ajukan pertanyaan.

    Kawan Maota

    Alamat

    Bukittinggi

    EMAIL

    redaksimaota@gmail.com
    -

    TELEPHONE

    -
    -

    MOBILE

    082285488416
    -