Jalan-Jalan Pagi Baik untuk Bumil Tujuh Bulan

Sunday, 24 November 2019 : November 24, 2019


Tepat pada hari ini, tujuh bulan kehamilan istri saya. Usia kehamilan 7-8 bulan ibu hamil (Bumil) memang dianjurkan untuk berolahraga seperti jalan santai. Olahraga jalan santai kurang lebih dua jam, memang sangat bermanfaat. Tapi sang suami harus dituntut memahami kondisi fisik bumil, karena olahraga tidak baik dipaksakan.
Nah, berangkat dari motivasi dan arahan dokter, saya mulai pada hari ini ngajak istri jalan santai mulai dari rumah di Jalan Haji Miskin menuju lapangan kantin. 

Berangkat dari rasa semangat, kamipun berangkat sekitar pukul 07.00 Wib pagi. Jalan santainya memang super santai, hingga kami tiba di Simpang Tembok atau tugu Imam Bonjol pukul 08.00 Wib. 




Akhirnya kami memutuskan naik Angkutan Kota (Angkot) dari Simpang Tembok ke Lapangan Kantin. He, memang seperti itu jalan-jalan sama bumil itu harus banyak nyantainya. 

Selama beberapa menit naik angkot, kami manfaatkan untuk istrahat sambil melihat ramainya pasar Banto dan Pasar Bawah Bukittinggi.

Ternyata pagi itu enak naik angkot di Bukittinggi, jalannya mulus dan tidak membuat sesak nafas. Suasana pagi di Bukittinggi memang adem dan kita bisa melihat pembangunan Kota Bukittinggi yang tertata dengan rapi.

Sampai di Lapangan Kantin, anda cukup membayar uang transportasi angkot sebanyak Rp. 9000 untuk tiga orang. Nah, kamipun mulai melanjutkan jalan santainya ke Lapangan Kantin sambil melirik jajanan unik ala Bukittinggi. 

Nah, di Lapangan Kantin kami memilih sarapan pagi dengan Katupek Kapau yang super enak. Harganya Rp. 24000 untuk tiga orang. Kebutulan jalan santai pada wekeend 24 November 2019, saya dan istri didampingi oleh adik istri yang datang dari Padang, sebut saja namanya Efi. 




Usai menyantap Katupek Kapau, kami melanjutkan perjalanan ke Pasar Bawah untuk membeli sayur mayur. Lintasan kali ini kami melewati Rumah Sakit Madina, kemudian Gereja tertua di Bukittinggi dan sampai di Stasiun. 

Di stasiun kami mengabadikan moment berdua tepanya di Tugu Polisi Wanita (Polwan).
Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke Pasar Bawah, dan membeli sayur, cabai dan telur. Setelah itu melanjutkan perjalanan pulang ke rumah. Tapi kami naik angkot lagi di Simpang Mandiangin menuju Simpang Surau Gadang, Campago Ipuh. 

Meski melelahkan, saya melihat bumil masih semangat dan kuat setelah tiba di rumah. Menurut saya, kegiatan jalan nyatai bagus dilaksanakan oleh bumil dua kali dalam seminggu, meskipun jaraknya dekat-dekat rumah saja. 


Share this Article

2 comments:

  1. Aminn...makasih ya Sani atas doanya. Smg nanti pada kelas blogger kedua kita bisa bertemu

    ReplyDelete