Koleksi Bambu Unik yang Mistik di Sutijo Agam

Monday, 29 June 2020 : June 29, 2020

Beberapa pekan lalu, aku ekspedisi ke Subarang Tigo Jorong (Sutijo), Kenagarian Koto Gadang, Kabupaten Agam. Disana aku sudah berjanji dengan warga, untuk melihat koleksi bambu/aur yang unik.

Selama perjalanan, aku memang menikmati betul keindahan dan keasrian Sutijo. Masyarakat yang ramah, memberikan kenyamanan tersendiri bagiku. Disepanjang perjalanan, warga selalu tersenyum manis, sehingga kami terasa cepat sampai kelokasi. 


Di Sutijo, kita masih bisa melihat rumah tua, khas adat Minangkabau. Dahulunya Sutijo masuk kedalam daerah yang cukup maju, sehingga kita bisa melihat, perkampungan yang agak padat perumahannya. 

Selama beberapa menit perjalanan dari Kota Bukittinggi, akhirnya kami sampai di rumah Abi Gunawan, pengkoleksi benda unik. 

Aku dan teman-teman disambut hangat, sambil menikmati kopi hitam. Abi Gunawan, salah seorang desainer. Ia bekerja disalah satu tempat jahit pakaian di Kota Bukittinggi. Namun, sejak wabah Covid-19, ia berhenti dari pekerjaan dan memilih tinggal di kampung Istrinya, tepatnya di Bukit Aro, Sutijo.

Ia mencoba beralih profesi dari penjahit ke barbagai profesi lainnya,  seperti bertani. Intinya ia terus berupaya, agar keluarganya bisa sehat dan anaknya bisa lancar menempuh pendidikan.


Nah, dirumah sederhana itu, aku dan teman-teman bercerita panjang tetang perjalan hidup Abi Gunawan yang sangat menginspirasi bagi ku. Usai bercerita panjang, aku diperlihatkan, Aur/Bambu unik yang ditemukan Abi Gunawan di alam. Seperti, Aur yang dililit akar pohon, aur pelindu, aur bercabang dua dan ada juga Aur Buntet atau tidak ada lubang pada bagian dalamnya. 

Bagiku, aur yang dimiliki Abi Gunawan sangat unik dan langka ditemukan. Bahkan, mitosnya, aur seperti itu sangat dicari-cari bagi mereka yang percaya dunia mistik. 

Nah, cerita panjang pada saat itu, diabadikan di youtube channel aku "Uda Khan", teman-teman pembaca Maota.my.id, boleh juga mampir. 

Berikut linknya: http://youtu.be/4ezsJGkncxM

Bagi aku, meski sederhana pertemuan saya dengan Abi Gunawan. Hal ini akan menjadi cacatat dalam hidup, bagaimana caranya tetap bertahan dan memperjuangkan kehidupan dengan wabah. 


Share this Article

0 komentar :